Akhlak Jemaah Haji
SELEPAS
melaksanakan rukun Islam yang keempat yakni puasa di bulan Ramadhan,
saatnya umat Islam yang di berikan kesempatan dan mampu melaksanakan
ibadah Haji. Ada keterkaitan antara tujuan akhir puasa yakni membentuk
manusia bertakwa, sedangkan bekal haji adalah takwa.
Hakikat
takwa adalah kesucian jiwa dan kebersihan hati. Bulan Ramadhan
merupakan kesempatan berharga bagi keluarga muslim untuk berbenah diri
guna meraih takwa kepada Alloh SWT.
'' Hai orang- orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang - orang yang bertakwa''.
(QS. Al-Baqarah:183).
Kesdempatan
untuk berhaji merupakan karunia dari Alloh SWT yang patut di syukuri.
Ada yang telah nmampu melaksanakan haji, teteapi masih belum berencana
melaksanakannya.
''
Barang siapa yang mengingkari ( kewajiban haji ), sesungguhnyaAlloh
Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu dari alam semesta)''.
( QS. Al- Imran: 97 ).
berbagai
macam makna simbolis yang terkandung dalam pakaian ihram, tawaf
mengelilingi Kabah, sai dari Bukit Safa ke Bukit Marwah, wukuf di padang
Arafah,melempar jumroh harus di pelajari dan di mengerti.
Dengan demikian, ibadah haji bisa dilakukan dengan penghayatan secara mendalam,bukan sekedar gerak fisik ritual tanpa makna.